HeadlineKepri

Target PAD Batam Rp2 T Sulit Tercapai

diprediksi hanya 20 persen hingga Juni 2020

Kepala BPPRD Kota Batam, Raja Azmansyah

BATAMINFO — Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, terjadi penurunan penerimaan pendapatan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akibat wabah Covid-19 dalam tiga bulan terakhir ini.

Pada sector hotel, realisasi pajak hotel pada Januari lalu berada di angka Rp 13 miliar, Februari Rp 11 miliar dan pada Maret turun lagi menjadi Rp 5 miliar saja.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam melalui pajak dan retribusi hingga akhir Maret 2020, baru berada di angka sekitar 15,46 persen atau Rp 231,8 miliar. PAD itu diperkirakan akan terus turun hingga Juni 2020 mendatang, dengan realisasi diperkirakan hanya sekitar 20 persen saja. Jika kondisi ini tidak berubah, realisasi hingga akhir tahun 2020 bahkan diperkirakan hanya di angka 38,8 persen saja.

Khusus untuk pajak daerah, pada Januari lalu mencapai Rp 73.6 miliar dari pembayaran bulan Desember. Untuk Februari pajak daerah turun menjadi Rp 66.6 miliar, dan Maret turun lagi menjadi Rp 50,1 miliar.

“Juni semoga sudah recovery,” tutur Raja Azmansyah Sabtu (4/4) .

Sementara untu pajak Restoran, hanya tercapai 32 persen, pajak reklame tercapai 25 persen. Sedangkan PPJU sektor bisnis dan industri menurun hingga 65 persen. Penurunan PPJU sendiri sedikit terbantu dengan penggunaan listrik rumah tangga meningkat.

Dengan kondisi seperti ini, target PAD pada akhir 2020 mencapai Rp 2 trililun, diakui Azmansyah sulit untuk dicapai, karena semua sector mengalami perlambatan. Perkiraan realisasi PAD dari pihaknya hanya bisa tercapai sekitar Rp 476 miliar hingga akhir 2020 mendatang.

Sumber : gowest

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: