Nasional

Partai Gelora Ingin Wujudkan Indonesia Kekuatan Kelima Dunia

BATAMINFO –  Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merupakan partai terbuka dan kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia.

Situasi krisis global yang dipicu pandemi Covid-19 saat ini, menurut Mahfuz, harus dijadikan peluang Indonesia untuk  meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia.

“Bahwa di tengah krisis global saat ini, Indonesia bisa mengubahnya menjadi peluang untuk mulai meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Untuk mewujudkan hal itu, Partai Gelora  akan berkomunikasi dengan semua unsur masyarakat pemilih yang sepakat dan mendukung ide atau visinya. Partai Gelora juga tidak menyasar segmen pemilih partai tertentu

“Partai Gelora akan bergerak dari kanan ke tengah sebagai satu kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia,” kata mantan Ketua Komisi I DPR ini.

Sebagai partai terbuka,  menurut Mahfuz, Gelora Indonesia adalah partai Islamis Nasionalis berasas Pancasila dengan mengusung ide modernisasi politik kenegaraan. “Sejatinya visi besar Partai Gelora Indonesia sama dengan visi kolektif bangsa Indonesia dalam mewujudkan   kekuatan sosial, ekonomi dan politiknya, ” ujarnya.

Sebagaimana mantan Presiden Soekarno dengan visi Indonesia Merdeka dan warisan Pancasila sebagai platform politik nasional. Mantan Presiden Soeharto dengan visi Pembangunan Indonesia.

Kemudian mantan Presiden BJ Habibie, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presidan Joko Widodo (Jokowi)  berperan menguatkan dan mengembangkan sistem demokrasi, serta mewujudkan kesejahteraan nasional.

Mahfuz berpendapat pemikiran politik Partai Gelora Indonesia meyakini bahwa untuk mewujudkan visi baru ini, bangsa Indonesia harus memiliki 4 pilar penting. “Yakni Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan, ” katanya. (bs)

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: