HeadlineRupa-Rupa

Pemerintah Jepang Setujui Remdesivir Sebagai Pengobatan COVID-19

BATAMINFO — Pemerintah Jepang telah menyetujui penggunaan obat antivirus Remdesivir untuk mengobati pasien yang terinfeksi Covid-19. Persetujuan itu diberikan melalui “jalur cepat” sebagaimana yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Berbicara kepada wartawan pada Jumat (8/5/2020), Pimpinan Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengonfirmasi disetujuinya Remdesivir oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. Izin itu diberikan hanya dalam waktu empat hari.

Suga mengatakan bahwa Gilead Sciences, perusahaan yang memproduksi Remdesivir telah memberitahu bahwa pasokan obat itu akan terbatas untuk sementara waktu, sehingga pasien yang paling parah yang akan diprioritaskan.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Jepang sedang bekerja sama dengan Gilead untuk memastikan ketersediaan obat itu dalam jumlah yang lebih banyak agar otoritas medis dapat memperolehnya bagi semua yang memerlukannya, demikian diwartakan VOA, Sabtu (9/5/2020).

Langkah Jepang itu menyusul persetujuan oleh regulator AS pekan lalu yang mengizinkan penggunaan Remdesivir untuk keperluan darurat. Uji klinis menunjukkan obat itu dapat membantu sebagian pasien virus corona untuk pulih lebih cepat.

Sebuah pernyataan dari Gilead menyebutkan persetujuan cepat yang diberikan Jepang itu didasarkan pada data klinis dari uji coba yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Nasional AS. Jepang dan AS adalah dua negara yang sejauh ini mengizinkan penggunaan obat itu untuk pasien Covid-19.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr. Anthony Fauci dari Institut Kesehatan Nasional pekan lalu mengatakan bahwa obat itu tidak menyebabkan kesembuhan total tetapi jelas menjanjikan untuk pengobatan.

Jepang telah memperpanjang status darurat virus corona hingga akhir Mei, meski sejauh ini tidak memberlakukan penguncian yang ketat.

AS memiliki lebih dari 1,3 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 75 ribu kematian akibat virus corona, sementara Jepang melaporkan 15.500 kasus dan 580 kematian.

Sumber : okezone.com

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: