BatamHeadline

Atasi Kekeringan, BP Batam akan Manfaatkan Air Dam Tembesi

Langkah rationing atau penggiliran tetap dilakukan

BATAMINFO– Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanfaatkan air Dam Duriangkang untuk mengatasi krisis air yang mengancam Batam. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menuturkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan jalur pemindahan air di Dam Tembesi ke Dam Duriangkang untuk kemudian dialirkan ke masyarakat dan kawasan industri.

Rencana ini adalah lanjutan dari solusi sementara dalam bentuk rationing (penggiliran suplai air ke pelanggan) yang telah mulai dilakukan untuk memperpanjang masa guna Dam Duriangkang yang saat ini telah mengalami penyusutan hingga mencapai 3 meter.

Target selesai tiga bulan

Pada prosesnya, Rudi menargetkan alur pemindahan air ini akan selesai dalam waktu tiga bulan. Sesuai dengan masa rationing, sehingga pelayanan air di Batam tetap berjalan.

“Saya lagi siapkan lelang untuk pembukaan jalur air dari Tembesi ke Duriangkang. Saya lebih fokus kesitu. Kalau Rationing ini 3 bulan lebih, mudah-mudahan pekerjaan ini bisa selesai. Dan selesai masalah,”kata Rudi saat ditemui di Gedung Sumatera Expo Batam Centre, Batam, pada Jumat (13/3).

Rudi merencanakan beberapa alternatif

Selain pemanfaatan air di Dam Tembesi yang saat ini sudah layak, Rudi menjelaskan kalau pihaknya sudah merencanakan beberapa alternatif lain. Seperti penggunaan teknologi hujan buatan melalui penyemaian awan di langit Batam.

Terkait dengan kondisi kekeringan yang melanda Batam di awal tahun 2020 ini, Rudi mengaku hal itu disebabkan karena curah hujan yang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal waduk-waduk di Batam yang menopang kebutuhan air masyarakat mengandalkan air hujan.

“Januari, Februari, Maret memang ada masalah. Curah hujannya kurang. Sehingga tak mencukupi waduk yang ada ini. Karena tak mencukupi, kan kita harus mensiasati. Supaya kebuthuan bisa dinikmati semua,” kata dia.

Sebelumnya, Sosialisasi Potensi dan Dampak Krisis Ketersediaan Air Baku di Batam menjadi ajang pagi dunia usaha berkeluh kesah kepada PT. Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pengelola air baku dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pemilik waduk-waduk yang ada.

Desakan hadirnya solusi atas kondisi

Dalam sosialisasi yang diadakan di Radisson Hotel and Convention, Batam pada Kamis (12/3) tersebut, ketakutan akan terhentinya suplai air bagi usaha mereka terlihat jelas. Pertanyaan yang berujung pada desakan hadirnya solusi atas kondisi ini mengemuka dari perwakilan dunia usaha yang hadir. Dalam forum tersebut, muncul juga alternatif solusi dari kalangan usaha atas kondisi tersebut.

Saat ini Dam Duriangkang yang memasok sekitar 70 persen air bersih di Batam, dengan kapasitas sekitar 3.850 meter kubik per detik, mengalami penurunan signifikan, turun di angka antara 2 hingga 3 meter. Kondisi itu terjadi karena curah hujan rendah, sementara penggunaan air di Batam terus naik. Termasuk kontribusi daerah serapan air yang terganggu oleh warga sekitar.

Langkah rationing atau penggiliran harus dilakukan

Saat ini, keberadan Dam Duriangkang sangat signifikan dalam mendukung air di Batam. Dimana, dengan distribusi 70 persen, Dam Duriangkang menyuplai air hingga ke 228,900 pelanggan ATB. Untuk itu, langkah rationing atau penggiliran harus dilakukan demi tetap terjaganya layanan air kepada semua pelanggan.

Presiden Direktur PT. Adhya Tirta Batam, Benny Ardianto mengaku paham dengan kegundahan dunia usaha menyoal krisis air yang terjadi di Batam.

Solusi lain selain penggiliran ini, sejatinya sudah direncanakan. Yakni optimalisasi air di Tembesi yang saat ini belum digunakan, dialirkan ke Dam Duriangkang untuk kemudian mengalir ke semua pelanggan. Hanya saja, keputusan atas solusi yang ditawarkan tidak berada di tangan ATB sebagai pengelola, namun BP Batam.

Meskipun demikian, para pengusaha menyadari bahwa solusi masalah ketersedian air baku tidak ada pilihan lain. Bahwa memperpanjang usia DAM dengan melakukan penggiliran adalah satu-satunya opsi yang paling bisa dilakukan.

“Pengusaha menyampaikan agar bisa diperoleh satu jaminan ketersedian air baku di masa depan untuk menjamin investasi mereka agar kejadian krisis air sebagaimana yang kita hadapi saat ini tidak terulang kembali. Mereka juga berharap dalam waktu yang relatif singkat ini bagaiaman mencari solusi dengan memasang pipa dari DAM Tembesi ke Duriangkang,” kata Benny.

Sumber : gowest.id

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: