HeadlineNasional

Ratusan Kelelawar dan Codot di Pasar Depok Dimusnahkan

kelelawar diduga menjadi salah satu hewan penyebab corona

Ratusan Kelelawar di Pasar Depok Dimusnahkan. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo/merdeka.com)

BATAMINFO– Kota Solo ditetapkan KLB (Kejadian Luar Biaaa) virus Corona. Sejumlah langkah antisipasitif dilakukan untuk menghambat penyebaran virus COVID-19 tersebut. Antara lain dengan memusnahkan kelelawar, kalong dan codot yang dijual di Pasar Depok, Manahan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar.

Keputusan pemusnahan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Corona, di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (13/3) malam. Rakor dilakukan setelah seorang pasien yang dinyatakan positif virus Corona meninggal di RSUD dr Moewardi, Rabu (11/3) lalu.

Pemko Solo pantau penjualan Kalelawar

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solo, Evi Nur Wulandari mengatakan, Pemkot Solo sebelumnya telah memantau penjualan kalelawar di pasar hewan. Namun seiring merebaknya Corona hingga Kota Solo, penjualan kelelawar dilarang. Bahkan seluruh kelelawar yang masih ada dimusnahkan.

“Pemusnahan kelelawar ini agar virus yang ada tidak mengalami mutasi. Sehingga tidak menyerang manusia atau zoonosis,” ujarnya.

Uji laboratorium diketahui kotoran kelelawar mengandung Virus Beta Corona

Evi menjelaskan, kelelawar memang diduga menjadi salah satu hewan yang menjadi sumber penyebaran virus corona di Wuhan, China. Pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Bogor. Kotoran kelelawar di Pasar Depok telah dikirim ke Bogor. Dari hasil uji laboratorium diketahui kotoran kelelawar mengandung Virus Beta Corona.

“Beta Corona ini kemiripan dengan virus di Wuhan itu masih jauh. Artinya virus ini belum bisa menginfeksi ke manusia secara langsung. Tapi kelelawar itu merupakan binatang unik. Dimana didalamnya itu juga ditemukan virus-virus lain, yang dimungkinkan terjadi mutasi. Karena dijual di pasar hewan bisa bermutasi dengan hewan lain, dengan manusia yang ada di pasar,” jelasnya.

Pemusnahan juga telah melalui prosedur yang benar

Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo, Said Ramadan menambahkan ada 193 kelelawar dan codot yang dimusnahkan. Pemusnahan tersebut sebagai bentuk langkah sigap setelah Solo ditetapkan KLB Corona. Pemusnahan juga telah melalui prosedur yang benar. Pihaknya juga telah memberikan pemahaman dan pengertian kepada para penjual kelelawar.

“Setelah kita lakukan sosialisasi, akhirnya pedagang menyadari bahwa itu harus dimusnahkan. Pemusnahan juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Tengah,” katanya.

Sebelum dimusnahkan, ratusan kelelawar tersebut dievakuasi di suatu tempat sejak Jumat malam. Mereka juga diberikan makan. Setelah itu, dilakukan pembiusan hingga tidak sadar dan kemudian pembakaran.

“Penanaman (bangkai) dilakukan lebih dalam, untuk pengamanan lebih lanjut. Harapan kita tidak ada lagi pedagang yang menjual kelelawar dan codot ini,” pungkas dia.

Sumber : merdeka.com

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: