HeadlineNasional

Seorang Kru KM Bukit Raya Diambil Sampel Swab, Pasca Keluhkan Sakit

BATAMINFO — Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) mendapati hanya 1 kru kapal KM Bukit Raya yang diambil sampel swab-nya untuk dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Dia adalah pria berusia 54 tahun asal Jakarta.

Kepala KSOP Kijang, Aan Anwar mengatakan KM Bukit Raya ini memiliki 65 kru dan nakhodanya. Namun hanya satu yang dicek kesehatannya dan diambil sampel swab untuk dites dengan PCR di Batam.

“Hanya 1 yang dilaporkan sakit sehingga tidak dicek dengan rapid test melainkan langsung diambil swab-nya untuk PCR sedangkan 64 kru dan nakhoda tidak diperiksa baik secara rapid test maupun PCR,” ujar Aan, kemarin.

Kapal yang dikelola PT Pelni ini berlayar dari Jakarta ke Bintan. Dalam perjalanan seorang kru berusia 54 tahun itu sudah mengalami sakit dengan gejala menyerupai Coronavirus Disease (Covid-19).

Ketika tiba di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (11/4/2020) yang bersangkutan langsung ditangani oleh tenaga medis. Lalu dibawa ke RSUD Bintan untuk diobservasi.

“Pas kapal itu bersandar hanya 4 penumpang yang turun. Tapi dikarantina atau tidak penumpang itu kami tak tahu,” jelasnya.

KM Bukit Raya ini berencana mengangkut 279 penumpang dengan tujuan pulau-pulau di Provinsi Kepri sampai dengan Kalimantan. Hanya saja ada dua wilayah yang tak bisa disinggahi yaitu Letung dan Tarempa di Kabupaten Anambas.

“Letung dan Tarempa sementara gak disinggahi itu atas permintaan Pak Bupati Anambas langsung,” katanya.

Mengalami gejala covid-19

Kru Kapal KM Bukit Raya asal Jakarta diisolasi di RSUD Bintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Sabtu (11/4/2020). Diduga kru kapal tersebut sakit dengan gejala seperti Coronavirus Disease (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan ABK kapal tersebut berasal dari Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Ketika kapal yang ditumpangi bersandar di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang bersangkutan langsung dirujuk ke RSUD Bintan.

“Pihak medis rumah sakit sudah melakukan pengambilan sampel darah. Hasil akan keluar 1 jam lagi,” ujar Tjetjep, Senin (13/4/2020).

ABK kapal berusia 54 tahun itu mengalami demam sejak 5 hari lalu. Diantaranya suhu temporal 38,1 derajat celcius, batuk, sesak dan pilek dan tenggorokannya sakit, lalu diberikan HAC. Usai ditangani oleh tim medis RSUD Bintan, yang bersangkutan dirujuk ke RSUP Kepri Raja Ahmad Tabib.

Sementara itu Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang, Aan Anwar juga membenarkan hal tersebut.

“Informasinya bersangkutan dari Jakarta sudah sakit namun tetap ikut berlayar sampai ke Kijang. Lalu diisolasi di salah satu ruangan di kapal dan tiba di darat langsung dibawa ke RSUD Bintan,” katanya.

Sumber : batamnews.co.id

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: