HeadlineKepri

Tak Ada Penjualan Selama Covid-19, Properti Mati Suri

BATAMINFO– Pandemi Covid-19 menghantam hampir seluruh sektor bisnis Grup Sinarmas. Salah satunya sektor properti menjadi yang paling terpukul karena menurut pengembang hampir tidak ada lagi penjualan properti baru selama masa pandemi ini.

Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto menjelaskan, penjualan properti anjlok cukup tajam seiring dengan kebijakan pemerintah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah dan pembatasan sosial berskala besar.

“Kita pengusaha terasa sekali dampaknya, beberapa sektor Sinarmas sangat terpengaruh. Pertama dari sisi properti, mati suri karena tidak ada penjualan sama sekali, orang takut keluar rumah, tidak ada yang membeli rumah,” kata Gandi, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di program Squawk Box, Rabu (15/4/2020).

Tak hanya properti residensial yang mati suri, penjualan di kawasan industri juga mengalami hal serupa karena banyak investor asing yang menunda ekspansi pembelian lahan baru karena kebijakan karantina wilayah di negaranya.

“Banyak perusahaan asing mengalami lock down, ekspansi mereka tertunda. Semuanya masih serba menunggu sampai dampak virus akan berakhir nantinya,” urai Gandi.

Selain itu, kawasan perkantoran yang dikelola Grup Sinarmas juga sepi penyewa selagi masa pandemi. Lebih parahnya lagi, adanya kebijakan pembatasan sosial di beberapa daerah memaksa Sinarmas juga harus menutup operasional mal-mal yang dikelola, kecuali yang menjual bahan makanan.

Grup Sinarmas, memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di sektor properti. Untuk pengembangan kawasan perumahan, Grup Sinarmas punya perusahaan PT Bumi Serpon Damai Tbk (BSDE). Sementara untuk mal, perusahaan yang dididirkan Eka Tjipta Widjaja ini punya perusahan PT Duta Pertiwi yang memiliki sejumlah di ITC di beberapa kota besar. Sementara perusahaan yang bergerak di kawasan industri, Grup Sinarmas punya PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

Meski dampaknya sangat terasa di Grup Sinarmas, Gandi memastikan, terutama terganggunga arus kas karena tidak adanya pendapatan selama Covid-19, perseroan memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Untuk itu, perusahaan akan fokus melakukan efisiensi di berbagai lini bisnis dan melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam menangani wabah Corona ini.

“Persoalan utama kami adalah cash flow, karyawan kami tetap pertahankan tidak ada PHK massal, kontraktor tidak bisa melanjutkan pekerjaannya, properti ini mati suri. Belum dihitung penurunan masing masing sektor bisnis yang terdampak,” jelas Gandi.

Sumber : cnbcindonesia.com

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: