Seleb

Jangan Didulangi Lagi, 7 Bahaya Kesehatan Memakai CD Side A dan B

Ayo! Siapa yang punya kebiasaan pakai celana dalam dibolak-balik?

BERAPA kalikah kita mengganti celana dalam setiap hari. Normalnya, kita akan berganti celana dalam dua kali dalam sehari, yakni saat mandi pagi dan sore.

Apalagi, kita hidup di Indonesia dengan tingkat kelembapan tinggi yang bisa membuat kita mudah berkeringat. Alhasil, kita bisa berganti celana dalam lebih sering!

Namun sayangnya, ada sebagian orang yang punya kebiasaan memakai celana dalam dengan pola side A dan side B, alias dibolak-balik! Padahal, kebiasaan buruk ini menyebabkan munculnya masalah kesehatan tertentu. Apa sajakah?

1. Akan timbul bau tak sedap

Pada beberapa jam pertama, semuanya akan terasa normal-normal saja. Celana dalam masih kering, tak ada bau aneh dan tidak ada keringat. Namun, setelah beraktivitas beberapa saat, tubuh kita akan mengeluarkan keringat, termasuk di selangkangan! Alhasil, celana dalam jadi lembap dan akan timbul bau tidak sedap.

FYI, keringat dilepaskan dari dua kelenjar, yakni kelenjar ekrin dan apokrin. Dari kedua kelenjar ini, kelenjar apokrin lebih mungkin berbau ketika bersentuhan dengan bakteri yang ada di kulit. Ketika kita tidak mengganti celana dalam yang lembap, keringat dan bakteri itu akan bertemu dan menciptakan bau yang tak sedap. Ughh.. cepat ganti deh!

2. Kulit akan iritasi dan menjadi gatal

Siksaan tak berhenti ketika bau tak sedap memasuki rongga hidung. Setelahnya, kulit di area selangkangan akan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal. Celana dalam yang tak diganti akan mengiritasi kulit dan membuat kita ingin menggaruk sepanjang hari. Gatal abis deh pokoknya!

3. Akan timbul ruam dan luka di area selangkangan

Tak mengganti celana dalam yang lembap bisa membuat efek domino. Imbas dari menggaruk area selangkangan secara terus-menerus bisa memunculkan ruam dan luka! Ketika diabaikan, area yang iritasi ini akan berubah menjadi tonjolan dan kemerahan. Tentu saja ruam ini bisa diatasi, namun lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Jenis ruam yang umum terjadi di selangkangan adalah ruam panas (heat rash). Ruam ini terjadi ketika saluran keringat tersumbat dan terperangkap di bawah permukaan kulit. Untuk mengatasinya, gunakan lotion khusus pada kelamin atau kompres dingin untuk menenangkan kulit dari iritasi, saran laman Mayo Clinic.

4. Kamu bisa terkena infeksi jamur!

Kebiasaan buruk memakai celana dalam yang dibolak-balik bisa membuatmu terkena infeksi jamur. Pakaian dalam yang sudah berkeringat harus diganti secara teratur, tak jauh berbeda dengan pakaian yang basah terlalu lama. Ingat, jamur dan bakteri tumbuh begitu cepat di lingkungan yang lembap, jadi jangan biarkan mereka berkembang biak, ya!

Pada umumnya, infeksi jamur (yeast infection) lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Meski begitu, laki-laki bisa mengalaminya jika berhubungan seks tanpa kondom dengan perempuan yang mengidap vaginitis candidal. Risiko infeksi jamur kian meninggi jika kamu menggunakan pakaian dalam berbahan nilon dan renda yang panas.

5. Berisiko terkena infeksi saluran kemih

Efek buruk akibat malas mengganti celana dalam tidak berhenti sampai di situ. Bukan hanya menimbulkan gatal-gatal, iritasi atau ruam, melainkan bisa membuatmu terkena infeksi saluran kemih! Infeksi ini terjadi ketika bakteri merangkak naik ke saluran kemih dan jika tak segera diatasi bisa menginfeksi kandung kemih, ungkap laman Bustle.

Infeksi ini memiliki gejala seperti rasa panas dan terbakar ketika buang air kecil. Selain itu, bisa menyebabkan demam, nyeri pada punggung atau perut bagian bawah. Tenang, kamu bisa menghindarinya dengan cara mengganti celana dalam sesering mungkin dan mencucinya dengan air panas untuk membunuh bakteri yang menempel di sana.

6. Hati-hati, jerawat bisa tumbuh pada area kelamin!

Kata siapa jerawat hanya bisa tumbuh di area wajah? Faktanya, jerawat juga bisa tumbuh di area lain pada tubuh, termasuk alat kelamin! Jerawat ini bisa muncul akibat malas mengganti celana dalam dan justru memilih menggunakannya secara bolak-balik!

7. Terjadi peningkatan sekresi dan muncul bercak noda

Terakhir, kebiasaan buruk ini juga bisa menyebabkan meningkatnya cairan sekresi dari alat kelamin. Hal ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Akan ada peningkatan cairan sekresi akibat kelembapan berlebih. Ketika cairan ini bertemu dengan bakteri, maka bisa muncul infeksi dan iritasi nantinya, ungkap laman Bustle.

Bukan hanya itu, cairan sekresi akan menempel di celana dalam dan meninggalkan jejak noda. Jangan ragu untuk langsung mengganti celana dalam dengan yang bersih ketika muncul noda itu. Jangan banyak alasan, terapkan kebiasaan hidup yang sehat mulai sekarang, ya!

Nah, itulah 7 risiko kesehatan yang terjadi ketika kamu terbiasa memakai celana dalam yang dibolak-balik. Mari cegah sebelum terjadi!

Sumber : idntimes.com

 

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: