HeadlineKepri

Cegah Penimbunan, Sejumlah Toko Ritel di Batam Batasi Pembelian Sembako

ilustrasi

BATAMINFO — Mencegah terjadinya penimbunan sembako di tengah isu Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), sejumlah toko ritel di Kota Batam mulai terapkan batasan belanja sembako.

Toko ritel yang mulai menerapkan hal tersebut diantaranya Top 100 dan Hypermart yang berada di Kota Batam.

Asisten Manager Top 100 Grand Mall, Ferry mengungkapkan untuk Top 100 cabang Grand Mall pembatasan belanja sembako diterapkan untuk pembeli beras dan gula.

“Top 100 kami membatasi untuk pembelian beras 25 kg dan gula 2 kg per orang,” kata Ferry, Jumat (17/4/2020).

Batasan ini berlaku untuk belanja harian, di mana dalam sehari belanja per-orang hanya bisa membeli gula 2 Kg saja.

Menurut Ferry masyarakat Kota Batam lebih kondusif dibanding masyarakat di kota lain. Tanpa adanya pembatasan belanja pun tidak ada masyarakat yang berbelanja dalam skala besar.

“Dari sebelum ada batasan ini, memang tidak ada kami lihat orang belanja berdus-dus begitu. Kalau pun ada paling itu rumah makan di mall ini belanja minyak 1 lusin misal dan bumbu-bumbu,” ujar Fery.

Menurut Ferry belanja dalam skala besar yang dilakukan rumah makan di mall tersebut juga tidak terjadi setiap hari, hanya 2 Minggu sekali. “Kami selalu support agar masyarakat kebutuhan cukup. Dari segi harga kami jual standar,” ucap Ferry.

Hypermart Batam juga  turut menerapkan batasan belanja untuk beberapa produk sembako.

Staf Hypermart Batam, Iskandar mengungkapkan batasan yang diterapkan mengikuti surat dari Mabes Polri Nomor:B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tantang pengawasan ketersediaan bapokting.

“Kami mengikuti aturan dari pihak yang berwenang saja. Di luar dari itu tidak ada batasan kecuali produk promosi yang harganya di bawah margin,” kata Iskandar.

Berdasarkan surat dari Mabes Polri Nomor:B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim bahan pangan pokok yang dibatasi diantaranya Beras 10 kg, Gula 2 kg, Minyak Goreng 4 liter dan mie instan satu dus.

Sedangkan Carrefour juga sempat menerapkan hal serupa namun saat ini telah dicabut setelah persediaan gula sempat kosong.

Sumber : batamnews.co.id

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: