HeadlineKepri

Corona Bikin Bursa RI Kehilangan Rp 2.108 T

Virus Covid-19 jadi momok bagi pasar saham domestik

Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/7). Menjelang pengumuman pemenang pilpres oleh KPU, IHSG tercatat terkoreksi tajam 43,6 poin atau 0,85 ke level 5.083,52. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz/14

BATAMINFO–  Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hampir 30% jika dihitung dari awal tahun hingga perdagangan perdagangan kemarin, Selasa (17/03/2020).

Kejatuhan pasar saham domestik tersebut membuat nilai kapitalisasi IHSG berkurang Rp 2.108,36 triliun. Nilai yang cukup besar, setara dengan 83% nilai asumsi belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2020 sebesar Rp 2.540,4 triliun atau 94,41% dari pendapatan negara yang ditetapkan sebesar Rp 2.233,2 triliun.

Berdasarakan data Bursa Efek Indoensia (BEI) koreksi IHSG secara year to date mencapai 29,25% ke level 4.456,75. Koreksi tersebut memang bukan yang terburuk dibandingkan dengan bursa saham di negara ASEAN.

Bursa saham Thailand tercatat mengalami koreksi lebih dalam, dimana indeks SETi terkoreksi hingga 34,15%. Lalu indeks PSEi di Filipina drop 31,73%, baru kemudian IHSG.

Sementara itu bursa saham Singapura, indeks STI turun 23,84%, indeks FTSE BM di Malaysia turun 20,91, dan VN-Index di Vietnam turun 22,39.

Sementara itu, bursa saham dunia seperti indeks Dow Jones terkoreksi 29,26%, indeks Nikkei di Jepang drop 28,09%, indeks Hang Seng turun 17,47% dan indeks saham China turun 8,87%.

Penurunan nilai kapitalisasi saham yang relatif besar tersebut juga disertai denan penarikan modal asing. Berdasarkan data BEI, nilai net sell investor asing pada periode yang sama mencapai Rp 8,55 triliun.

Virus corona yang terus mewabah di seluruh dunia telah menebar ketakutan bagi investor. Ada ancaman krisis global yang dibayangkan oleh para pemilik modal dampak dari kebijakan isolasi yang memutus mata rantai ekonomi dunia.

Epicentrum pertama Covid-19 berada di Wuhan, China dan menyebar ke seluruh negeri Tirai Bambu tersebut. Ekonomi China sempat mengalami guncangan, sejumlah lembaga keuangan dunia memprediksi pada kuartal I-2020 China hanya bisa membukukan pertumbuhan 3,5% berdasarkan konsensus Reuters beberapa waktu lalu.

Sumber : cnbcindonesia.com

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: