BatamHeadline

Seorang Wanita Berumur 51 Tahun di Batam Positif Covid-19

60 orang yang kontak dengan pasien dicari

Konfrensi Pers digelar Wali Kota Batam, menyikapi satu pasien positif virus corona di Batam.

BATAMINFO — Seorang perempuan (51) warga Batam yang sebelumnya menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang menjalani karantina di RSUD Embung Fatimah dan dinyatakan positif terkena virus Covid-19.

Hal ini disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pada awak media di Batam, menyusul dengan pernyataan Jubir Indonesia Covid-19, Ahmad Yurianto bahwa ada dua kasus baru di Kepulauan Riau.

“Saat ini warga kota batam berjenis kelamin perempuan (51) sedang diisolasi di RSUD Embung Fatimah,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (19/3/2020).

Riwayat perjalanan Pasien Positif

Pasien positif Covid-19 ini diketahui memiliki riwayat perjalanan ke luar Kota Batam, yaitu ke Jakarta, Bogor dan Yogyakarta. Pasien tersebut bertolak dari Batam pada tanggal 21 Februari 2020 dan kembali ke Batam pada tanggal 4 Maret.

Setelah itu, pasien berobat ke Puskesmas di dekat rumahnya. Dan kemudian kondisinya membaik pada tanggal 7 Maret 2020.

Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 2020 kembali berobat ke Puskesmas dekat rumahnya, dan kemudian dirujuk ke RSUD Embung Fatimah.

Namun esok harinya pada tanggal 14 Maret 2020 pasien tersebut datang kembali ke RSUD Embung Fatimah mengeluhkan demam, batuk berdahak dan sesak nafas.

Pihak rumah sakit melalui dokter kemudian mendiagnosis dan mengatah ke pneumonia. Oleh dokter RSUD Embung Fatimah melakukan penanganan lebih lanjut.

Ada 60 Orang yang kontak dengan Pasien

Tim Satgas penanggulangan Covid-19 Kota Batam akan melacak orang-orang yang close contact dengan pasien tersebut sebelumnya. Dalam statisik saat ini terdata ada 60 orang.

“Terdata ada 60 orang yang close contact, saat ini sedang dilakukan tracing (pelacakan) semuanya,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kamis (19/3/2020).

Bagi mereka yang close contact dengan pasien tersebut, Rudi menyampaikan akan diambil sampel swap-nya untuk dilakukan uji tes Covid-19. Dan mereka juga akan dikarantina sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Namun Rudi mengaku untuk 60 orang tersebut masih sedang dicari, saat ini tim sudah bergerak. Rudi menekankan 60 orang tersebut dikarantina dan akan diawasi oleh dokter. “Proses karantina itu nantinya akan memakn waktu 14 hari,” jelasnya.

Segera Lacak masyarakat dengan gejala Covid-19

Pemerintah Kota Batam membentuk tim untuk menyisir masyarakat yang memiliki gejala Covid-19. Masyarakat yang mengalami gejala pilek, demam dan batuk dan sesak napas akan dicek.

Rudi mengatakan, kebijakan itu sebagai upaya pemerintah mensterilkan Batam dari wabah penyakit mematikan itu.

“Kita bentuk tim untuk menyelesaikan permasalahan Kota Batam baik yang positif maupun negatif, yang terindikasi juga kita atasi,” ujar Rudi saat konferensi pers, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang mengalami gejala pilek, demam dan batauk langsung dibawa ke Puskemas atau rumah sakit.

Kepri sudah tiga pasien virus corona

Data yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri hingga saat ini menunjukan penambahan pasien virus corona.

Di Kepri sudah 3 orang dinyatakan positif. Mereka terdiri 1 warga Tanjungpinang, 1 orang warga Batam dan 1 orang warga Karimun.

Data yang dirilis Tim Gugus penanganan Covid-19 Provinsi Kepri hingga saat ini ada 144 orang dalam pemantauan (ODP). Mereka terdiri (Batam 70 orang), (Tanjungpinang 48 orang), (Bintan 7 orang), (Karimun 17 orang) dan (Anambas 5 orang). Mereka semua dikarantina di rumah.

Sementara yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 42 orang. Para PDP ini diisolasi di rumah sakit dan diawasi khusus. Rinciannya (Batam 19 orang), Tanjungpinang 12 orang), (Bintan 1 orang), (Karimun 4 orang, terdiri 3 orang negatif dan 1 positif), (Anambas 2 orang) dan (Natuna 1 orang).

 

 

 

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: