BatamHeadline

Stadiun Temenggung Abdul Jamal Siap Dijadikan Lokasi Karantina

ribuan warga Batam masuk ODP

BATAMINFO — Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, lebih dari dua ribu warga Batam identik gejala awal corona, seperti mengalami demam tinggi, batuk, mual-mual dan muntah-muntah yang identik dengan gejala awal corona.

Angka pastinya 2.063 orang warga Batam itu menurut Rudi, masuk kedalam Orang Dalam Pengawasan (ODP) Dinas Kesehatan Kota Batam. Jumlah tersebut didapat dari hasil penyisiran Relawan Batam Melawan Corona yang bekerja sejak Sabtu lalu.

“Jumlah ini tentu sangat banyak, dan kami belum berani membawa mereka ke rumah sakit, karena jumlah daya tampung rumah sakit kami terbatas,” ungkap Walikota Batam.

Selain itu, tenaga medis yang ada di Kota Batam juga sangat terbatas.

“Semua tenaga medis yang ada di Batam sudah kami kerahkan untuk penanganan corona ini, baik yang ada di RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, maupun rumah sakit-rumah sakit swasta semua sudah kami kerahkan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah kekurangan tim medis ini, Rudi mengatakan. Pemko Batam telah menyurati Provinsi Kepri untuk membantu menurunkan tenaga medis yang berada di Kepri untuk menangani pasien corona di Batam.

Minta Bantuan Tim Medis dari Kepri

“Surat sudah kami layangkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan Tim medis dari Kepri datang,” ujarnya kepada Gubernur Kepri, Isdianto dalam kegiatan penyerahan bantuan uang dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Corona di Batam dari Pemerintah Provinsi Kepri, Rabu (25/3/2020) sore di Alun Alun Engku Putri Batam.

Setelah tim medis dari Kepri datang, Rudi baru bisa mengambil tindakan lanjutan, yakni mengobservasi orang-orang ini ke rumah sakit yang ditunjuk dan ke tempat-tempat karantina.

“Kami yakin rumah sakit dan tempat karantina pasti tidak cukup, karena semua serba terbatas,” sebutnya.

Sejauh ini untuk tempat karantina Batam masih menggunakan Asrama Haji dan dua Rusunawa yang ditunjuk.

“Tapi tentu ini tak memadai, oleh karena itu, saya sedang mempersiapkan Stadiun Temenggung Abdul Jamal sebagai tempat karantina terbuka,” ujarnya.

Untuk itu Rudi mohon kerja sama dari berbagai pihak, baik itu Kepolisian Polda Kepri, Korem, Lantamal dan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Ada 500 lebih orang yang gejalanya sudah mendekati dengan covid 19, ini yang perlu kita observasi dulu, yang 1500 orang mudah-mudahan hanya demam biasa, jauh dari covid, sehingga tak perlu kita observasi,” katanya.

Sumber : batamclick

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: