Batam

Pendistribusian Sembako untuk Warga Belakangpadang Tetap Door to Door

BATAMINFO — Bahan pangan pokok (sembako) bantuan Pemerintah Kota Batam didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga di Kecamatan Belakangpadang. Meski warga tersebar di pulau-pulau berbeda, pendistribusian tetap dipakukan dari rumah ke rumah. Sesuai arahan Wali Kota Batam yang ingin masyarakat tetap di rumah demi memutus mata rantai penyebaran corona virus disease (Covid-19).

“Awalnya distribusi untuk Belakangpadang ini dijadwalkan pada Sabtu (25/4). Tapi setelah koordinasi dengan Disperindag dan distributor, maka disepakati untuk mempercepat pendistribusian,” kata Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, Kamis (23/4).

Ia memaparkan, pengiriman dari distributor ke Kecamatan Belakangpadang berlangsung pada Kamis. Sekitar pukul 10.00 kapal pengangkut sembako berangkat dari Sekupang.

“Untuk Kelurahan Tanjungsari dan Sekanak Raya, siang ini langsung kita distribusikan ke titik lokasi tiap RW yang sudah ditentukan. Pendistribusian di dua kelurahan ini menggunakan mobil kecamatan dan ambulans Puskesmas,” sebutnya.

Sembako untuk dua kelurahan di pulau utama Belakangpadang ini langsung dibagikan ke masyarakat. Proses pembagian melibatkan unsur pimpinan kecamatan (uspika), lurah, babinsa, bhabinkamtibmas, seluruh staf kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, dan satgas kebersihan di Kecamatan Belakangpadang.

“Setelah menurunkan sembako untuk dua kelurahan, kapal lanjut bergerak ke empat kelurahan yang ada di pulau lain, yaitu Pemping, Kasu, Pecung, dan Terung. Karena sampainya malam, maka untuk empat kelurahan ini pembagian ke masyarakatnya dilakukan Jumat (24/4),” papar mantan Kabag Humas Setdako Batam ini.

Adapun jumlah sembako yang dibagikan di Kecamatan Belakangpadang pada tahap I ini adalah 5.014 paket. Rinciannya yaitu 1.258 paket untuk Kelurahan Tanjungsari, 1.415 paket untuk Sekanak Raya, 248 paket untuk Pecung, 221 paket untuk Pemping, 956 paket untuk Kasu, dan 916 paket untuk Terung.

“Tata cara pembagiannya yaitu masyarakat sudah terlebih dulu didata melalui RT/RW. Datanya sudah by name, by address, by phone. Masyarakat menunggu di rumah saja. Petugas yang akan mengantarkan sembako,” ujarnya.

Yudi mengatakan warga yang mendapat bantuan cukup menyiapkan identitas berupa KTP dan KK. Kemudian masyarakat dininta menandatangani tanda terima saat sembako diserahkan.

“Sebelum tanda tangan, wajib menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu. Saat penyerahan juga tetap memberlakukan jaga jarak atau physical distancing. Serta petugas dan penerima wajib menggunakan masker,” kata dia. (*/medicentre)

Redaksi
Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: