BATAMINFO — Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuka Posko Lawan COVID-19 di Kota Batam sebagai bentuk komitmen melawan penyebaran wabah tersebut.

“Pembentukan ini merupakan yang kedua, setelah posko pertama dibuka di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri Isdianto di Tanjungpinang, Minggu.

Menurut dia, Kota Batam berstatus zona merah, sehingga perlu kebersamaan untuk melawan penyebaran virus corona ini.

Isdianto mengatakan, dengan kolaborasi yang baik antara tim provinsi dan kota, bukan tidak mungkin kasus penyebaran di kota dengan penduduk terbesar di Kepri ini bisa diminimalkan, sehingga Batam bisa kembali normal.

Pembentukan posko ini, kata dia, juga menjawab surat permohonan Wali Kota Batam yang meminta dukungan penuh provinsi melawan penyebaran COVID-19 di Kota Batam.

“Saat ini Batam menjadi episentrum COVID-19 di Kepri,” tutur dia.

Sementara itu, Sekda Kepri Arif Fadillah mengatakan Posko Lawan COVID-19 di Kota Batam ini diketuai oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri Buralimar.

Dengan pertimbangan tinggal dan mantan pejabat di Pemkot Batam, Buralimar bisa berkoordinasi secara baik dengan berbagai elemen tim gugus di Kota Batam.

“Posko yang kita bentuk juga diperkuat dengan menempatkan sebanyak 20 tenaga medis dan 35 personel Satpol PP,” katanya.

Mereka nantinya akan memberikan pelayanan kesehatan hingga ikut membantu menertibkan pelanggaran physical distancing.

“Jadi nanti tim medis maupun Satpol PP bisa kita gerakkan dan diperbantukan di mana tempat yang membutuhkan,” katanya.

Koordinator BNBP Pusat di Kepri Januar mengatakan selama dua pekan berada di Kepri, ia melihat kasus penyebaran virus yang terjadi masih bisa dikendalikan. Di mana penyebaran yang terjadi, tidak seheboh di tempat lain.

Meski begitu, kata dia, perlu keseriusan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, pihaknya hadir untuk ikut bersama-sama mencoba mengatasi dan melawan penyebaran di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang khususnya dan Kepri umumnya.

“Kita juga ingin membantu bagaimana daerah yang masih berstatus zona merah bergerak melawan penyebaran kasus ini. Begitu juga dengan daerah yang masih berstatus zona hijau, bagaimana mereka harus bertahan agar tidak muncul kasus,” kata Januar.

Ketua Posko Lawan COVID-19 Batam Buralimar mengatakan meski belum belum mengantongi izin, pihaknya bisa langsung bekerja.

“Terlebih saat lebaran, akan banyak aktivitas yang bisa saja menabrak aturan ‘physical distancing’,” katanya.

Buralimar mengatakan posko ini diperkuat tim pendukung, relawan, dan tim sosial lainnya yang sudah berpengalaman.

“Tim berposko di Lantai 7 Graha Kepri Kota Batam,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19, hingga Minggu sore kasus positif COVID-19 di Kota Batam mencapai 90 orang. Dengan rincian pasien dirawat 21 orang, pasien dikarantina 28 orang, pasien sembuh 33 orang, dan meninggal dunia 8 orang.